Oleh: Agustina Melani
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2012 | 19:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Investor reksa dana dinilai telah cukup memahami investasi di instrumen reksa dana. Bahkan investor berani dengan membeli reksa dana untuk investasi jangka panjang.
Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto mengatakan hal itu didorong saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan cukup tajam pada akhir 2011.
Dari data APRDI, jumlah pemegang unit reksa dana dari 353.704 pemegang reksa dana pada 2010 menjadi 463.327 pemegang reksa dana pada 2011. "Sikap investor tetap percaya dengan perekonomian Indonesia sehingga mengantisipasi dengan belanja ketika indeks turun dan bad news sepanjang 2011," ujarnya, Rabu (18/1).
Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut didukung dari peranan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, investor pun semakin pandai dengan berinvestasi reksa dana melalui pembelian reksa dana secara berkala.
"Investor kita lebih sophisticated, market turun malah beli, mereka melihat prospek sehingga masuk sekarang untuk gain lima tahun mendatang, tidak hanya tahun ini saja," tutur Abiprayadi.
Untuk prediksi 2012, Abiprayadi menuturkan, para pelaku industri reksa dana dan regulator diharapkan dapat saling mendukung produk reksa dana . Hal ini untuk meningkatkan unit reksa dana dan jumlah investor. Selain itu, dengan momentum investment grade diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Tahun 2011, dana kelolaan reksa dana sekitar Rp168,23 triliun dengan jumlah oustanding 98,98 miliar. Adapun jumlah reksa dana mencapai 646 reksa dana dengan jumlah pemegang unit 463.327. [hid]
Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto mengatakan hal itu didorong saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan cukup tajam pada akhir 2011.
Dari data APRDI, jumlah pemegang unit reksa dana dari 353.704 pemegang reksa dana pada 2010 menjadi 463.327 pemegang reksa dana pada 2011. "Sikap investor tetap percaya dengan perekonomian Indonesia sehingga mengantisipasi dengan belanja ketika indeks turun dan bad news sepanjang 2011," ujarnya, Rabu (18/1).
Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut didukung dari peranan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, investor pun semakin pandai dengan berinvestasi reksa dana melalui pembelian reksa dana secara berkala.
"Investor kita lebih sophisticated, market turun malah beli, mereka melihat prospek sehingga masuk sekarang untuk gain lima tahun mendatang, tidak hanya tahun ini saja," tutur Abiprayadi.
Untuk prediksi 2012, Abiprayadi menuturkan, para pelaku industri reksa dana dan regulator diharapkan dapat saling mendukung produk reksa dana . Hal ini untuk meningkatkan unit reksa dana dan jumlah investor. Selain itu, dengan momentum investment grade diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Tahun 2011, dana kelolaan reksa dana sekitar Rp168,23 triliun dengan jumlah oustanding 98,98 miliar. Adapun jumlah reksa dana mencapai 646 reksa dana dengan jumlah pemegang unit 463.327. [hid]
Komentar
Posting Komentar