PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Daya beli masyarakat terhadap emas belakangan ini cenderung lebih memilih emas muda sebagai investasi jangka pendek. Harganya yang lebih terjangkau menjadi faktor utamanya.
Pemilik Toko Emas Utami, Munawir, mengatakan kondisi ini berbeda dengan beberapa bulan ke belakang. Waktu itu masyarakat banyak yang memilih emas Itali (tua) dengan kadar 70 persen. "Sekarang kecenderungan pada emas muda dengan kadar 42 persen," katanya Selasa (17/1).
Sebab, lanjut Munawir, harga emas muda lebih terjangkau yaitu Rp 250 ribu per gram dibanding dengan emas tua yang mencapai Rp 370 ribu per gram. Untuk harga emas murni, pada awal tahun ini mulai merangkak naik setelah turun pada akhir Desember lalu.
Pada awal Desember harga emas di atas Rp 500 ribu dan akhir tahun turun hingga Rp 466 ribu. Turunnya harga itu ditengarai dampak dari krisis ekonomi di Eropa. "Sampai hari ini mulai bergerak lagi jadi Rp 483 ribu per gram," imbuhnya.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Purbalingga Chaerul Fathony mengatakan kecenderungan masyarakat dalam memilih emas dipengaruhi oleh kebutuhan investasi. Saat ini, banyak yang berinvestasi emas dalam jangka pendek sehingga kecenderungan memilih emas muda tinggi. "Jika untuk jangka panjang, mereka akan memilih emas tua," katanya kemarin.
Menurutnya diperkirakan awal Februari, harga emas murni akan naik karena mulai stabilnya kondisi perekonomian setelah masa pergantian tahun. Faktor lain adalah mulai pulihnya perekonomian dunia terutama di Eropa yang terjadi akhir tahun lalu
.
.
Komentar
Posting Komentar